Senin, 25 April 2011

OPERASI POMPA SENTRIFUGAL

Lanjutan auxiliary komponen pompa sentrifugal

Banyak pompa sentrifugal didesain dengan cara memungkinkan pompa beropersai secara terus menerus  untuk berbulan bulan bahkan tahunan. Pompa sentrifugal ini seringkali mengandalkan zat cair yang dipompa sebagai pendinginan dan pelumasan terhadap bearing pompa dan komponen pompa yang ada didalam lainnya. 

Jika aliran yang melalui pompa dihentikan ketika pompa sedang beroperasi, pompa  tidak didinginkan sebagaimana mestinya sebentar dan pompa dapat lebih cepat rusak. Kerusakan pompa dapat juga diakibatkan dari zat cair yang dipompakan yang mana suhu  mendekati kondisi jenuh.

 Pompa sentrifugal dalam operasinya sangat sederhana. Secara umum ada dua persaratan dasar yang harus dipenuhi. Agar Pompa beroperasi bebas masalah dan lebih lama.


jika valve disch diatur

Persyaratan yang pertama adalah bahwa tidak timbul kavitasi pada pompa dan persyaratan yang kedua adalah Pompa selalu beroperasi pada flow minimum.
jika Putaran dirubah

Ada sejumlah kondisi-kondisi yang yang kurang baik dapat terjadi secara terpisah atau secara bersamaan ketika pompa dioperasikan pada flow minimum. Beberapa meliputi:
o       Kasus dari kebocoran pada casing, seal, dan  stuffing box
o       Timbul Defleksi and aus pada shaft
o        Timbul aus pada bagian dalam Pompa
o         Timbul erosi pada casing ring dan impeler ring
o         Kavitasi timbul di beberapa bagian
o         Penurunan kualitas produk
o         Gaya aksial berlebihan
o         Kerusakan bearing lebih awal

Kavitasi
Luasan aliran pada mata impeller pompa biasanya lebih kecil dari daripada luasan aliran pipa hisap pompa atau luas aliran yang melalui baling baling impeller. Ketika cairan dipompakan memasuki mata pompa sentrifugal, pengurangan luas area aliran terjadi seiring penambahan kecepatan aliran seiring dengan pengurangan tekanan. Jumlah aliran pompa yang lebih besar, penurunan tekanan yang lebih besar antara lubang hisap pompa dengan mata impeller. Jika tekanan yang turun cukup besar, atau temperature cukup tinggi, tekanan yang turun mungkin cukup untuk menyebabkan zat cair. Banyak gelembung  udara terbentuk akibat tekanan yang jatuh di ujung impeller di sapu oleh baling baling impeller  melalui aliran fluidanya. Ketika  gelembung udara memasuki daerah  dimana tekanan local  lebih besar dari tekanan jenuh yang menjauhi baling baling impeller, tiba  tiba meletup. Proses pembentukan gelembung udara dan berikutnya meletup di dalam pompa disebut kavitasi.

Kavitasi dalam pompa sentrifugal mempunyai efek yang sangat signifikan pada performa pompa. Kavitasi menurunkan performa pompa, menyebabkan fluktuasi jumlah aliran  dan tekanan buang. Kavitasi dapat juga menyebabkan kerusakan komponen pompa bagian dalam. Ketika pompa mengalami kavitasi, gelembung udara terbentuk didaerah tekanan rendah tepat sebelum putaran baling baling impeller.

Gelembung uap kemudian bergerak pada baling baling impeller, dimana mereka meletup  dan menyebabkan kejutan secara fisik, pada sudut depan baling baling impeller. Kejutan secara fisik membuat bintik bintik kecil  pada bagian ujung baling baling impeller. Setiap bintik bintik kecil mempunyai ukuran mikron, tetapi akibat akumalasi dari jutaan bintik bintik ini dari waktu kewaktu benar benar merusak impeler pompa. 

 
Artikel Kesehatan

Artikel Tehnik.
Artikel Religi
Artikel Budaya
Jalan Jalan dan lain lain


Tidak ada komentar:

Posting Komentar