Minggu, 10 April 2011

Download suara suling Bambu mp3

Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku memiliki khasanah kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari musik, tari, rupa dan bentuk upacara –upacara ritual yang kemudian memberikan warna akan keaneka ragaman seni budaya bangsa. Sebagai seni pertunjukan yang telah mengalami proses yang sangat panjang dari masa-kemasa sehingga menjadi seperti sekarang ini adalah suatu perjalanan yang tidak mudah. Hal mengenai seni pertunjukan di Indonesia yang luar biasa ini dapat kita simak seperti kata seorang Begawan tari yaitu Prof. Dr. R.M. Soedarsono, di dalam bukunya tentang seni pertunjukan (7:2002),:”
“…mengenai kekayaan seni pertunjukan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang luar biasa ini, jelas disebabkan selain jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta, negara ini memiliki enam agama besar serta satu Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Di samping itu penduduk yang cukup besar jumlahnya itu terdapat lebih dari 500 etnis”.
Kekayaan ini tentunya harus di lestarikan dan dikembangkan secara sungguh-sungguh. Di dalam bidang instrument musik terdapat ...
lebih banyak lagi keragamannya, ada ribuan jenis instrument musik yang terdapat di negara ini, mulai dari aceh sampai irian jaya, keaneka-ragaman itu dapat dilihat dari bentuk sampai kegunaannya. Jika kita bicara masalah benda yang mengandung nilai, maka nilai benda dalam bentuk instrument musik ini di dalam Masyarakat Indonesia mengandung arti yang sangat dalam hal ini disebabkan benda tersebut merupakan lambang status di dalam kehidupan masyarakatnya, seperti yang dikatakan oleh Prof. Jacob Sumardjo di dalam buku Filsafat Seni (139:2000), :
“Suatu benda dikatakan memiliki nilai jika benda itu berguna dan berkualitas (baik, benar, indah,adil dsb). Nilai atau kualitas itu harus tertentu, yang dapat menyebabkan orang mengakuinnya”.
Nilai atau kualitas suatu benda tentu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan di dalam pencapaiannya, di butuhkan pengetahuan dan ketelitian khusus untuk dapat membangkitkan nilai suatu benda, pengelaman dan pengetahuan merupakan dasar untuk dapat menciptakan benda itu memiliki nilai.

Jawa Barat merupakan salah satu wilayah
Indonesia yang memiliki ragam bentuk isntrumen musik, mulai dari instrument musik yang tebuat dari logam sampai yang terbuat dari bamboo. Intrumen musik bambu di jawa barat memiliki berbagai macam jenisnya demikian pula dengan fungsinya. Sebagai contoh instrument musik bambu yang berasal dari jawa barat dalam hal ini suku sunda, adalah : Angklung, calung, arumba, suling dan masih banyak lagi jenis lainnya, keaneka ragaman intrumen musik ini begitu besar memiliki peranan didalam masyarakat sunda baik sebagai alat upacara sampai pergaulan. Pada tulisan ini penulis akan berupaya membedah tentang suling sunda berlubang enam mulai dari fungsi, teknik dan pembuatannya. Setiap alat musik memiliki bentuk tubuh sendiri-sendiri, bentuk tubuh ini merupakan satu kesatuan tak terpisahkan, sama halnya dengan mahluk hidup yang memiliki organ sebagai alat-alat tubuh penunjang kehidupan sehingga bisa bernafas, berjalan dan melakukan aktifitas sehari-hari, alat musik pun memiliki hal yang sama, ada organ yang membuat alat musik itu memiliki warna bunyi, tingkatan bunyi sehingga dapat berfungsi ketika dimainkan. Organ seperti penjelasan dalam concise dictionary of musik , yaitu :
“keyboard instrument, played with hands and feet, in which wind under pressure sounds notes through series of pipes. Mechanism of organ comprises (1) supply of wind under constan pressure, by hand pump or electric blower. (2) one or more MANUALS (keyboard) and PEDAL BOARD. Connected with pipes by trackers, electro_pneumatic. Device, or electric, contacts and wires…..”.
Bagian kutipan diatas nampak dikhususkan pada sebuah isntrumen musik barat yang bernama ‘Organ’, namun penjelasan itu nantinya akan mengerucuk kepada kajian bentuk tubuh instrumen yang disebut organology..sebab organology adalah pembahasan musik pada sisi instrument secara khusus dan mendalam mulai dari sejarah sampai bentuk alat musik itu sehingga terbentuk alat musik yang permanen. Apakah organology musik itu, sebuah kutipan dari Naty Robert :
“..anything that produces sound can be called a musical instrument. The term usually is reserved for instruments that have a particular function in an orchestra. The academic study of musical instruments is known as organology”.
apapun yang dapat menghasilkan suara yang disebut alat musik. Istilah yang biasanya digunakan untuk instrumen yang memiliki fungsi tertentu di dalam sebuah orkestra. Akademik di dalam belajar alat musik ini dikenal sebagai organology. Begitu jelas tentang pentingnya intrumen musik didalam produksi musik membuat kajian organologi adalah hal yang sangat penting sebagai alat untuk mengkaji dan membedahnya, sehingga banyak perguruan tinggi terutama yang memiliki bidang pendidikan musik membuka jurusan khusus untuk bidang organologi ini.
Pak Endang sedang membuat suling Bambu
Suling sunda adalah instrument yang sangat popular dan hingga sekarang instrument ini masih begitu memiliki arti khusus pada Masyarakat Sunda. Jika kita masuk kerumah makan Sunda, makan tidaklah lengkap jika tidak ada alunan suling Sunda baik itu pertunjukan secara langsung maupun dari kaset rekaman, nampak akan tidak terasa sundanya jika kita makan makanan ala sunda atau segala sesuatu yang berbau Sunda tanpa alunan instrument satu ini (suling sunda). Intrumen suling terdapat diseluruh daerah di Indonesia, namun pengaruhnya di masyarakat berbeda-beda, Masyarakat sunda memiliki kekhususan terhadap intrumen satu ini. Suling sunda yang paling popular adalah ,”apa yang disebut suling lubang enam dan lebih spesifiknya disebut suling tembang “. (wawancara dengan pak engkur kurdita), suara suling yang mendayu-dayu dalam laras pelog merupakan suatu ciri sendiri yang begitu melekat pada masyarakat Sunda.Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai hal-hal tentang suling sunda lubang enam secara organologi.

Sebagai tambahan untuk tone dan pelarasan pada jenis suling sunda dan bentuk lubang serta laras seperti pada keterangan berikut ini :
Tuning, stem atau pelarasan di dalam suling sunda untuk suling lubang empat dan lubang enam, untuk suling lubang enam setidaknya dapat memainkan tiga laras atau scale yang berbeda, yaitu :
• Pelog degung : da-mi-na-ti-la-da (123451) di dalam scala diatonic musik Barat adalah: do si sol fa mi do (175431).
• Madenda atau sorog : da mi na ti la da [1 2 3 4 5 1],di dalam scala diatonic musik Barat adalah : fa mi do si la fa [4’ 3’ 1’ 7 6 4]
• Salendro : da mi na ti la da [1 2 3 4 5 1], di dalam scala diatonic musik Barat adalah : to re do la sol fa re [2’ 1’ 6 5 4 2]
• Adapun laras yang jarang sekali digunakan adalah: Mandalungan



Artikel Budaya

 Artikel Tehnik.
Artikel Religi
Artikel Kesehatan

Jalan Jalan dan lain lain




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar